Gowa, Sulsel – Riska Amelia Mahasiswa
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) bersama dengan Mahasiswa KKN
angkatan 77 Posko 2 Kelurahan Bonto-Bontoa melaksanakan program DIGIBOT
(Digitalisasi Bonto-Bontoa) yang berfokus pada pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM
serta pengenalan prototipe website arsip dan layanan kelurahan. Kegiatan ini
dilaksanakan di Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Program DIGIBOT berlangsung selama satu
bulan, yakni pada 28 Juli hingga 26 Agustus 2025, dengan tujuan meningkatkan
literasi digital pelaku UMKM serta mendorong transformasi pelayanan publik
berbasis teknologi di tingkat kelurahan. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh
dari Pemerintah Kelurahan Bonto-Bontoa, perangkat kelurahan, serta melibatkan
langsung pelaku UMKM setempat.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui
workshop penggunaan QRIS yang diikuti oleh pelaku UMKM lokal, disertai dengan
praktik langsung transaksi digital. Selain itu, mahasiswa KKN juga
mendemonstrasikan prototipe website “Layanan Satu Pintu” yang dirancang untuk
membantu pengarsipan dan penyediaan informasi layanan kelurahan secara lebih
tertib dan efisien.
Sebanyak 10 peserta yang terdiri dari
pelaku UMKM dan staf kelurahan mengikuti kegiatan dengan antusias. Berdasarkan
hasil evaluasi, lebih dari 80 persen peserta menyatakan memahami manfaat QRIS
dan menunjukkan kesiapan untuk menerapkan pembayaran digital dalam kegiatan
usaha sehari-hari. Peserta juga menilai program ini relevan dengan kebutuhan
mereka di tengah perkembangan teknologi dan sistem pembayaran non-tunai.
Melalui program DIGIBOT, diharapkan
pelaku UMKM di Kelurahan Bonto-Bontoa dapat meningkatkan efisiensi transaksi
dan daya saing usaha, sementara pihak kelurahan memperoleh alternatif layanan
administrasi berbasis digital. Mahasiswa KKN UINAM angkatan 77 berharap
kegiatan ini dapat berlanjut melalui pendampingan rutin serta kerja sama dengan
pihak perbankan dan pemerintah kelurahan guna mewujudkan digitalisasi yang
berkelanjutan.a

